Knut Wicksell (1851-1926)
Wicksell merupakan salah satu ekonom Neoklasik
yang termasuk pada kelompok penerus Mahzhab Autria yang sangat kontroverisal. Berbeda
dengan teori lainnya, wicksell membuat suatu teori yang menyatakan bahwa diperlukan
intervensi pemerintah yang lebih besar dalam kehidupan ekonomi. Hal ini sangat
berbeda dengan pendapat orang lain pada zamannya. Menurutnya, inflasi dan
pengangguran akan terus meningkat tanpa adanya kebijakan ekonomi yang tepat. Wicksell
juga berkontribusi dalam bidang ekonomi lainnya yakni teori produktivitas
marjinal, teori moneter dan keuangan publik.
Teori produktivitas marjinal
wicksell dapat menjelaskan mengenai
distribusi output yang dihasilkan oleh satu perusahaan. Dalam teorinya ia
menyatakan bahwa pendapatan individu tergantung pada kontribusi (marginal) mereka
terhadap pendapatan perusahaan. Namun dari teori tersebut belum dapat menjawab mengenai sama atau
tidaknya antara jumlah dari produktivitas marginal (pendapatan) dengan nilai
output yang dihasilkan oleh perusahaan. Wicksell menunjukkan bahwa hal tersebut
benar atau pun tidak tergantung pada skala hasil, menyangkut bagaimana output
meningkat pada peningkatan input tertentu. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat hasil skala yang
konstan pada jumlah produk marginal dengan nilai output yang dihasilkan. Meningkatnya
skala pembayaran marginal akan melebihi nilai produk yang dihasilkan dan
sebaliknya dengan menurunnya skala pembayaran marginal akan mengurangi nilai
total output. Namun ada kekurangan pada teori ini bahwa jumlah produktivitas
marginal akan lebih besar dari nilai output yang dihasilkan sehingga tidak
mungkin untuk membayar semua produktivitas marginalnya.
Kemudian Wicksell menjelaskan
persaingan antara perusahaan dalam operasi yang optimal, bahwa ukuran optimal
ini berdasarkan skala hasil konstan. Persaingan ini menuntut perusahaan untuk
memproduksi secara efisien dan dengan skala pengembalian konstan yang
menjadikan titik minimum pada rata-rata biaya dengan tingkat produksi yang
konstan. Perusahaan yang tidak efisien akan dipaksa keluar dari bisnis oleh
kompetitornya. Sehingga Wicksell menyimpulkan bahwa marginal produk yang
dibayarkan kepada semua faktor produksi akan cenderung sama dengan nilai produk
yang dihasilkan sehingga semua pendapatan akan didistribusikan.
Kontribusi kedua Wicksell adalah teori
moneter yang menyatakan bahwa adanya perubahan suku bunga dapat mempengaruhi
ekonomi riil dengan asumsi tingkat alami bunga atau tingkat alami pengembalian
modal. Inovasi dalam teknologi produksi akan meningkatkan tingkat bunga dan
membuat investasi lebih besar karena keuntungan dari investasi (tingkat alami)
akan melebihi biaya peminjaman dana (tingkat pasar). Tingkat bunga pasar
dibebankan pada mereka yang ingin meminjam uang yang ditentukan oleh sistem
perbankan. Ketika investasi (kredit atau deposito) melebihi tabungan maka perekonomian mengalami ekspansi. Meningkatnya
investasi akan membuat pekerja industri memproduksi barang untuk konsumsi dan
barang-barang investasi. Dengan konsumsi yang lebih sedikit barang, harga
barang-barang konsumsi meningkat, sehingga produsen barang-barang konsumen
membuat keuntungan yang lebih besar dan memperluas produksi, atau berinvestasi
lebih. Proses ini membuat investasi yang lebih besar dan kenaikan harga
barang-barang konsumsi yang akan terus berlanjut sehingga membuat meningkatkan
pertumbuhan dan investasi. Impikasi kebijakan moneter harus mencegah divergensi
antara pasar dan tingkat alami. Dengan menetapkan tingkat bunga pasar sama
dengan tingkat alami bunga dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatnya inflasi
atau terus stagnasi sehingga meningkatkan pengangguran. Implikasi ini
menyangkut hubungan kausal antara uang dan suku bunga.
Kontribusi ketiga Wicksell menyangkut
keuangan publik yang menggunakan analisis biaya manfaat sebagai pembenaran ia
menganjurkan untuk meningkatkan substansial dalam kepemilikan publik dari
perusahaan. Menurutnya perusahaan yang membentuk kartel atau monopoli dalam
membatasi output dan peningkatan harga lebih baik daripada perusahaan yang
dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah, karena perusahaan pemerintah akan
memberikan konsumen lebih banyak barang dan jasa dengan harga yang lebih
rendah. Harga yang rendah ini menimbulkan jatuhnya rata-rata biaya produksi dan
kerugian secara terus menerus. Aspek selanjutnya dari teori Wicksell adalah
mengurangi ketergantungan terhadap pajak regresif. Ia menganjutrkan untuk
menurunkan cukai pajak dan tarif serta mengembangkan pajak progresif. Dalam aspek
fiskal Wicksell menganjurkan untuk mengeluarkan belanja pemerintah pada layanan
sosial khususnya pendidikan untuk menyetarakan pendapatan akibat distribusi
produktivitas marginal. Hal ini dilakukan supaya setiap anggota masyarakat
merasakan manfaat dari pembayaran pajak mereka.
Dari lima puluh ekonom, Wicksell
meruapakan salah satu yang diremehkan karna dalam kontribusinya di banyak
daerah yang berbeda dan beragam. Selain itu, Wicksell tidak mengembangkan
gagasan ekonomi utamanya ia juga tidak berkontribusi pada analisis matematika
ekonomi. Namun terlepas dari semua hal itu, Wicksell sangat berpengaruh
terhadap pengembangan teori moneter karena ia merupakan orang pertama yang
melihat hubungan langsung antara tingkat suku bunga dengan harga-harga.
Daftar Pustaka :
Pressman, Steven. 2006." Fifty Major Economists" second Edition.New York : Routledge
Tidak ada komentar:
Posting Komentar