Rabu, 06 April 2016

Knut Wicksell (1851-1926)
Wicksell merupakan salah satu ekonom Neoklasik yang termasuk pada kelompok penerus Mahzhab Autria yang sangat kontroverisal. Berbeda dengan teori lainnya, wicksell membuat suatu teori yang menyatakan bahwa diperlukan intervensi pemerintah yang lebih besar dalam kehidupan ekonomi. Hal ini sangat berbeda dengan pendapat orang lain pada zamannya. Menurutnya, inflasi dan pengangguran akan terus meningkat tanpa adanya kebijakan ekonomi yang tepat. Wicksell juga berkontribusi dalam bidang ekonomi lainnya yakni teori produktivitas marjinal, teori moneter dan keuangan publik.
Teori produktivitas marjinal wicksell  dapat menjelaskan mengenai distribusi output yang dihasilkan oleh satu perusahaan. Dalam teorinya ia menyatakan bahwa pendapatan individu tergantung pada kontribusi (marginal) mereka terhadap pendapatan perusahaan. Namun dari teori tersebut  belum dapat menjawab mengenai sama atau tidaknya antara jumlah dari produktivitas marginal (pendapatan) dengan nilai output yang dihasilkan oleh perusahaan. Wicksell menunjukkan bahwa hal tersebut benar atau pun tidak tergantung pada skala hasil, menyangkut bagaimana output meningkat pada peningkatan input tertentu. Ia juga  menjelaskan bahwa terdapat hasil skala yang konstan pada jumlah produk marginal dengan nilai output yang dihasilkan. Meningkatnya skala pembayaran marginal akan melebihi nilai produk yang dihasilkan dan sebaliknya dengan menurunnya skala pembayaran marginal akan mengurangi nilai total output. Namun ada kekurangan pada teori ini bahwa jumlah produktivitas marginal akan lebih besar dari nilai output yang dihasilkan sehingga tidak mungkin untuk membayar semua produktivitas marginalnya.
Kemudian Wicksell menjelaskan persaingan antara perusahaan dalam operasi yang optimal, bahwa ukuran optimal ini berdasarkan skala hasil konstan. Persaingan ini menuntut perusahaan untuk memproduksi secara efisien dan dengan skala pengembalian konstan yang menjadikan titik minimum pada rata-rata biaya dengan tingkat produksi yang konstan. Perusahaan yang tidak efisien akan dipaksa keluar dari bisnis oleh kompetitornya. Sehingga Wicksell menyimpulkan bahwa marginal produk yang dibayarkan kepada semua faktor produksi akan cenderung sama dengan nilai produk yang dihasilkan sehingga semua pendapatan akan didistribusikan.
Kontribusi kedua Wicksell adalah teori moneter yang menyatakan bahwa adanya perubahan suku bunga dapat mempengaruhi ekonomi riil dengan asumsi tingkat alami bunga atau tingkat alami pengembalian modal. Inovasi dalam teknologi produksi akan meningkatkan tingkat bunga dan membuat investasi lebih besar karena keuntungan dari investasi (tingkat alami) akan melebihi biaya peminjaman dana (tingkat pasar). Tingkat bunga pasar dibebankan pada mereka yang ingin meminjam uang yang ditentukan oleh sistem perbankan. Ketika investasi (kredit atau deposito)  melebihi tabungan  maka perekonomian mengalami ekspansi. Meningkatnya investasi akan membuat pekerja industri memproduksi barang untuk konsumsi dan barang-barang investasi. Dengan konsumsi yang lebih sedikit barang, harga barang-barang konsumsi meningkat, sehingga produsen barang-barang konsumen membuat keuntungan yang lebih besar dan memperluas produksi, atau berinvestasi lebih.  Proses ini membuat  investasi yang lebih besar dan kenaikan harga barang-barang konsumsi yang akan terus berlanjut sehingga membuat meningkatkan pertumbuhan dan investasi. Impikasi kebijakan moneter harus mencegah divergensi antara pasar dan tingkat alami. Dengan menetapkan tingkat bunga pasar sama dengan tingkat alami bunga dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatnya inflasi atau terus stagnasi sehingga meningkatkan pengangguran. Implikasi ini menyangkut hubungan kausal antara uang dan suku bunga.
Kontribusi ketiga Wicksell menyangkut keuangan publik yang menggunakan analisis biaya manfaat sebagai pembenaran ia menganjurkan untuk meningkatkan substansial dalam kepemilikan publik dari perusahaan. Menurutnya perusahaan yang membentuk kartel atau monopoli dalam membatasi output dan peningkatan harga lebih baik daripada perusahaan yang dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah, karena perusahaan pemerintah akan memberikan konsumen lebih banyak barang dan jasa dengan harga yang lebih rendah. Harga yang rendah ini menimbulkan jatuhnya rata-rata biaya produksi dan kerugian secara terus menerus. Aspek selanjutnya dari teori Wicksell adalah mengurangi ketergantungan terhadap pajak regresif. Ia menganjutrkan untuk menurunkan cukai pajak dan tarif serta mengembangkan pajak progresif. Dalam aspek fiskal Wicksell menganjurkan untuk mengeluarkan belanja pemerintah pada layanan sosial khususnya pendidikan untuk menyetarakan pendapatan akibat distribusi produktivitas marginal. Hal ini dilakukan supaya setiap anggota masyarakat merasakan manfaat dari pembayaran pajak mereka.

Dari lima puluh ekonom, Wicksell meruapakan salah satu yang diremehkan karna dalam kontribusinya di banyak daerah yang berbeda dan beragam. Selain itu, Wicksell tidak mengembangkan gagasan ekonomi utamanya ia juga tidak berkontribusi pada analisis matematika ekonomi. Namun terlepas dari semua hal itu, Wicksell sangat berpengaruh terhadap pengembangan teori moneter karena ia merupakan orang pertama yang melihat hubungan langsung antara tingkat suku bunga dengan harga-harga. 

Daftar Pustaka :
Pressman, Steven. 2006." Fifty Major Economists" second Edition.New York : Routledge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar