Kamis, 24 Desember 2015

Organisasi ; Persatuan, Konsolidasi atau Perpecahan ?

Organisasi ; Persatuan, Konsolidasi atau Perpecahan ?

Organisasi menjadi salah satu pilihan bagi seorang mahasiswa untuk mengasah softskill dan memperluas jaringan relasinya. Pada sebagian orang, organisasi merupakan sesuatu yang penting dan tak banyak juga berpikir bahwa organisasi hanya membuang waktu. pada kali ini kenapa saya membahas mengenai organisasi ? karna saya pikir organisasi merupakan suatu yang sangat penting bagi mahasiswa. saya setuju dengan hal tersebut, karena dengan organisasi kita bisa berlatih tanggung jawab dan komunikasi terhadap sesama. Tetapi dengan adanya organisasi ini mungkinkah akan terjadi Persatuan, konsolidasi atau bahkan  perpecahan diantara sesamanya ?
                Organisasi dibangun atas dasar kesamaan tujuan, ideologi, atau suatu kepentingan. Pada umumnya anggota organisasi dibuka dengan sistem open recruitment. Ketika seorang masuk dalam sebuah organisasi , otomastis dia akan mengikuti semua peraturan yang ada di organisasi. Karna pada dasarnya ialah yang menginginkan untuk masuk pada organisasi tersebut.  Untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut, maka diadakan rapat kerja dimana program-program kerja dari organisasi tersebut akan disahkan. Program kerja adalah daftar kegiatan yang akan dilakukan selama satu periode kepengurusan. Selama berorganisasi individu di tuntut untuk mengerjakan program kerja yang sudah dibuat dan disepakati.  Maka dari itu ketika seorang diberikan amanah untuk menjalankan sebuah program kerja , disitu tanggung jawab pun akan muncul seiring dengan bagaimana ia menjalankan program kerjanya. Ketika ia memegang amanah tersebut, orang lain pun juga akan melihat bagaimana cara kerjanya serta bagaimana ia mengatasi masalah dalam mengerjakan program kerja. Dibutuhkan keuletan, kesabaran, komunikasi yang baik dan pemikiran kritis , maka dari situlah kemampuan softskill seorang diasah.
                Namun sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, organisasi itu baik tapi bukan berarti segala kehidupan adalah organisasi. Melihat tujuan dari organisasi itu sendiri dapat mempererat antar anggota organisasi namun dari sudut pandang lain masyarakat umum yang berada di luar organisasi justru malah menganggap adanya jurang antar orang organisasi dengan orang biasa tanpa organisasi. Sehingga akan menimbulkan gap yang cukup besar ketika dihadapkan bahwa seorang yang berorganisasi “sibuk” mengurus program kerjanya hingga “lupa” untuk bersosialisai dengan masyarakat luas.
                Saya menulis tentang ini, karena saya melihat dan mengamati dinamisasi organisasi di kampus saya , bahwa organisasi bisa menjadi persatuan dan konsolidasi diantara anggota organisasi namun dilain pihak organisasi bisa menjadi perpecahan jika dilihat dari sudut pandang luar organisasi. Layaknya sebuah kertas yang telah dipotong dan dipotong lagi, meskipun dalam pemotongan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu namun potongan ini menimbulkan “pengecilan” wadah masyarakat dalam pluralisme. Bahkan pada kasusnya,  ketika awal perkuliahan sebelum mengenal organisasi saya memiliki teman yang banyak, namun ketika sudah mengenal organisasi pertemanan dan keakraban pun sudah mulai hilang seiringan dengan kesibukkan dari masing-masing induvidu yang berorganisasi untuk mengejar proker dari mereka masing-masing.
Ketika individu masuk dalam organisai, keakraban dan persahabatan mulai muncul di dalam internal organisasi. Mengenal lebih dalam antar anggota organisasi memang wajar karna hampir setiap harinya aktivitas dilakukan bersama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Namun, dalam organisasi juga tidak selalu mulus, tidak selalu senang dan tidak selalu akrab. Terkadang berselisih , beda pendapat dan kecemburuan menimbulkan keakraban dalam internal organisasi juga pecah. Apalagi ketika perpecahan tersebut menimbulkan golongan atau kelompo-kelompok baru di dalam organisasi yang malah semakin membuat lebar perpecahan itu sendiri.
Saya tidak menyimpulkan bahwa adanya organisasi membuat perpecahan di internal maupun eksternal. Tetapi saya hanya mempertanyakan , apakah dengan adanya organisasi dapat mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam hal ini mahasiswa, dan bukan hanya keberadaan organisasi di dunia kampus hanya untuk mengejar proker semata, serta dengan adanya organisasi tersebut akankah membuat gap/ jurang antar elemen mahasiswa ?
                                                                                                                                               
                                                                                                Surakarta,24 Des 2015.(21.00)

                                                                                                                WN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar