Organisasi ; Persatuan, Konsolidasi atau Perpecahan ?
Organisasi menjadi salah
satu pilihan bagi seorang mahasiswa untuk mengasah softskill dan memperluas
jaringan relasinya. Pada sebagian orang, organisasi merupakan sesuatu yang
penting dan tak banyak juga berpikir bahwa organisasi hanya membuang waktu.
pada kali ini kenapa saya membahas mengenai organisasi ? karna saya pikir
organisasi merupakan suatu yang sangat penting bagi mahasiswa. saya setuju
dengan hal tersebut, karena dengan organisasi kita bisa berlatih tanggung jawab
dan komunikasi terhadap sesama. Tetapi dengan adanya organisasi ini mungkinkah
akan terjadi Persatuan, konsolidasi atau bahkan perpecahan diantara
sesamanya ?
Organisasi
dibangun atas dasar kesamaan tujuan, ideologi, atau suatu kepentingan. Pada
umumnya anggota organisasi dibuka dengan sistem open recruitment. Ketika
seorang masuk dalam sebuah organisasi , otomastis dia akan mengikuti semua
peraturan yang ada di organisasi. Karna pada dasarnya ialah yang menginginkan
untuk masuk pada organisasi tersebut. Untuk mencapai tujuan dari organisasi
tersebut, maka diadakan rapat kerja dimana program-program kerja dari
organisasi tersebut akan disahkan. Program kerja adalah daftar kegiatan yang
akan dilakukan selama satu periode kepengurusan. Selama berorganisasi individu
di tuntut untuk mengerjakan program kerja yang sudah dibuat dan disepakati. Maka dari itu ketika seorang diberikan amanah
untuk menjalankan sebuah program kerja , disitu tanggung jawab pun akan muncul
seiring dengan bagaimana ia menjalankan program kerjanya. Ketika ia memegang
amanah tersebut, orang lain pun juga akan melihat bagaimana cara kerjanya serta
bagaimana ia mengatasi masalah dalam mengerjakan program kerja. Dibutuhkan
keuletan, kesabaran, komunikasi yang baik dan pemikiran kritis , maka dari
situlah kemampuan softskill seorang diasah.
Namun
sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, organisasi itu baik tapi bukan berarti
segala kehidupan adalah organisasi. Melihat tujuan dari organisasi itu sendiri
dapat mempererat antar anggota organisasi namun dari sudut pandang lain
masyarakat umum yang berada di luar organisasi justru malah menganggap adanya
jurang antar orang organisasi dengan orang biasa tanpa organisasi. Sehingga akan
menimbulkan gap yang cukup besar ketika dihadapkan bahwa seorang yang
berorganisasi “sibuk” mengurus program kerjanya hingga “lupa” untuk
bersosialisai dengan masyarakat luas.
Saya
menulis tentang ini, karena saya melihat dan mengamati dinamisasi organisasi di
kampus saya , bahwa organisasi bisa menjadi persatuan dan konsolidasi diantara
anggota organisasi namun dilain pihak organisasi bisa menjadi perpecahan jika
dilihat dari sudut pandang luar organisasi. Layaknya sebuah kertas yang telah
dipotong dan dipotong lagi, meskipun dalam pemotongan digunakan untuk mencapai
tujuan tertentu namun potongan ini menimbulkan “pengecilan” wadah masyarakat
dalam pluralisme. Bahkan pada kasusnya, ketika
awal perkuliahan sebelum mengenal organisasi saya memiliki teman yang banyak,
namun ketika sudah mengenal organisasi pertemanan dan keakraban pun sudah mulai
hilang seiringan dengan kesibukkan dari masing-masing induvidu yang
berorganisasi untuk mengejar proker dari mereka masing-masing.
Ketika individu
masuk dalam organisai, keakraban dan persahabatan mulai muncul di dalam
internal organisasi. Mengenal lebih dalam antar anggota organisasi memang wajar
karna hampir setiap harinya aktivitas dilakukan bersama dalam rangka mencapai
tujuan bersama. Namun, dalam organisasi juga tidak selalu mulus, tidak selalu
senang dan tidak selalu akrab. Terkadang berselisih , beda pendapat dan
kecemburuan menimbulkan keakraban dalam internal organisasi juga pecah. Apalagi
ketika perpecahan tersebut menimbulkan golongan atau kelompo-kelompok baru di
dalam organisasi yang malah semakin membuat lebar perpecahan itu sendiri.
Saya tidak
menyimpulkan bahwa adanya organisasi membuat perpecahan di internal maupun
eksternal. Tetapi saya hanya mempertanyakan , apakah dengan adanya organisasi
dapat mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam hal ini mahasiswa, dan
bukan hanya keberadaan organisasi di dunia kampus hanya untuk mengejar proker
semata, serta dengan adanya organisasi tersebut akankah membuat gap/ jurang
antar elemen mahasiswa ?
Surakarta,24
Des 2015.(21.00)
WN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar